Rabu, 29 November 2023

Hikmah Waktu dan Jumlah Rakaat Shalat

 السلام عليكم و رحمة الله و بركاته بسم الله و الحمد لله اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله و صحبه أجمعين


Shalat merupakan shalat satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Dari waktu 24 jam dalam satu hari satu malam, umat Islam hanya diminta melaksanakan shalat 5 kali, yaitu shalat Subuh, Dzuhur, Asar, Maghrib, dan Isya. Masing-masing shalat tersebut sudah ditentukan waktu dan jumlah rakaatnya. Mengenai hal ini, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Sullam al-Munajah (Surabaya: Al-Haramain, tanpa tahun), halaman 12, menjelaskan bahwa ada hikmah di balik penentuan waktu shalat dan hitungan jumlah rakaat yang ada di dalamnya. Semua itu tidak lepas dari beberapa peristiwa penting yang terjadi pada nabi-nabi terdahulu.

Shalat Subuh 

Orang yang pertama kali melaksanakan shalat subuh adalah Nabi Adam. Kisah ini bermula ketika Allah menurunkannya dari surga ke bumi. Ketika Nabi Adam berada di bumi, ia sangat takut dan khawatir karena keadaan di bumi sangat gelap dan tidak ada cahaya sama sekali. Tidak lama kemudian, terbitlah fajar yang menghilangkan kekhawatiran dan rasa takut Nabi Adam. Di saat itu pula Nabi Adam melakukan shalat dua rakaat sebagai bentuk syukur. Rakaat pertama bersyukur kepada Allah karena telah diselamatkan dari gelapnya malam tersebut, sedangkan rakaat kedua sebagai bentuk syukur karena terbitnya fajar yang bisa menerangi bumi dan seisinya

Shalat Dzuhur 

Orang pertama yang melaksanakan shalat dzuhur adalah Nabi Ibrahim. Kisah ini bermula ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail. Singkat cerita, Nabi Ismail diganti dengan seekor domba dari surga yang dibawa oleh malaikat Jibril. Kisah ini terjadi tepat ketika tergelincirnya matahari di waktu dzuhur. Atas kejadian itu, Nabi Ibrahim kemudian menunaikan shalat sebanyak empat rakaat. Rakaat pertama sebagai bentuk syukur kepada Allah karena telah mengganti Ismail dengan domba untuk disembelih, rakaat kedua sebagai syukur atas hilangnya kesedihannya pada anaknya, rakaat ketiga sebagai bentuk permohonan ridha kepada Allah atas kejadian tersebut, dan rakaat yang keempat sebagai syukur atas karunia nikmat yang telah Allah berikan, yaitu berupa domba dari surga


Shalat Ashar 

Orang pertama yang mengerjakan shalat Ashar adalah Nabi Yunus tidak lama setelah Allah keluarkan ia dari dalam perut ikan. Allah mengeluarkannya tepat pada waktu Ashar, saat keluar ia seperti anak burung unggas yang tidak memiliki bulu. Empat rakaat shalat ashar yang dilaksanakan Nabi Yunus sebagai bentuk syukur kepada Allah atas keselamatan dirinya dari empat kegelapan, yaitu: 
(1) kegelapan dalam isi perut ikan; 
(2) kegelapan berada di dalam air; 
(3) kegelapan di malam hari; dan 
(4) kegelapan dalam perut ikan itu sendiri. 

Shalat Maghrib 

Orang pertama yang melaksanakan shalat maghrib adalah Nabi Isa. Kisah ini berawal ketika ia dikejar oleh kaumnya untuk dibunuh ketika waktu terbenamnya matahari. Setelah ia selamat dari kejaran itu, akhirnya Nabi Isa mengerjakan shalat sebanyak tiga rakaat. Rakaat pertama sebagai bentuk kemantapan aqidah (tauhid) bahwa tidak ada tuhan selain Allah, rakaat kedua untuk menghilangkan tuduhan kaumnya yang mengatakan bahwa Nabi Isa merupakan hasil anak zina ibunya (Sayyidah Maryam) dengan orang lain, sedangkan rakaat yang ketiga untuk memantapkan keyakinan bahwa semua kejadian yang menimpanya merupakan ketetapan dari Allah.

Shalat Isya 

Orang pertama yang melaksanakan shalat Isya adalah Nabi Musa. Kisah ini bermula ketika ia tersesat di perjalanan saat akan keluar dari Madyan. Saat itu, Nabi Musa sangat sedih karena empat hal, yaitu: 
(1) sedih karena telah meninggalkan istrinya; 
(2) sedih karena telah berpisah dengan saudaranya, Nabi Harun; 
(3) sedih karena telah meninggalkan putranya; dan 
(4) sedih atas kezaliman Fir’aun.

Ketika Nabi Musa ditimpa oleh berbagai kesedihan tersebut, akhirnya Allah menolong dan menyelamatkan dari 4 kesedihan tersebut. Kemudian ia melakukan shalat sebanyak empat rakaat, sebagai bentuk syukur kepada Allah atas pertolongan tersebut. Kejadian ini tepat pada waktu isya.

Itulah hikmah yang terkandung di balik ketentuan waktu dan jumlah rakaat dalam shalat fardhu 5 waktu. Wallâhu a‘lam.


Sabtu, 18 November 2023

AQIDAH AKHLAK KLS 4 BAB 6 SEMESTER GANJIL

MENGHINDARI SIKAP TERCELA MELALUI KISAH TSA’LABAH

Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat memahami cara menghindari sifat kikir dan kufur nikmat dalam kisah Tsa'labah dengan benar.

Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat mengomunikasikan cara menghindari kikir dan kufur nikmat dengan tepat.

A. Kisah Tsa’labah

Kisah Tsa‟labah adalah salah satu sahabat Rasulullah Saw yang ketika miskin rajin beribadah namun dengan lelahnya menjadi orang miskin akhirnya minta Rasulullah Saw agar mendoakannya menjadi orang kaya. Rasulullah Saw mengabulkan permintaannya, akhirnya jadilah Tsa‟labah menjadi kaya raya. Dan apa yang terjadi? 

Tsalabah lupa mengerjakan shalat berjamaah di masjid bersama Rasulullah Saw. Bahkan lupa mengerjakan Shalat Jumat karena kesibukannya mengurus hewan ternak.Selain melupakan janjinya, Tsalabah juga enggan membayar zakat.

Tsalabah termasuk orang yang tidak mentaati Allah Swt. dan Rasulnya. Tsalabah juga termasuk orang yang tamak, sombong, dan kufur nikmat. Setelah hewan ternaknya banyak, waktunya hanya dipergunakan untuk mengurusi hewannya dan memikirkan bagaimana supaya ternaknya terus bertambah dan bertambah.

Audio visual tentang Tsa'labah 🎦

Demikianlah kisah Tsalabah, Allah sangat murka kepada orang yang berakhlak tercela, seperti tergambar dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 75-78

وَمِنْهُمْ مَّنْ عٰهَدَ اللّٰهَ لَىِٕنْ اٰتٰىنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ 

فَلَمَّآ اٰتٰىهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ

فَاَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلٰى يَوْمِ يَلْقَوْنَهٗ بِمَآ اَخْلَفُوا اللّٰهَ مَا وَعَدُوْهُ وَبِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ 

Artinya:

Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada Kami, pastilah Kami akan bersedekah dan pastilah Kami termasuk orang orang yang saleh (75).

Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran (76).

Maka Allah. menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah , karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta (77).

Mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, danbahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib (78).”

B. Mengambil Hikmah Dari Kisah Tsa’labah

Sebagai anak muslim harus menghindari sifat-sifat tercela yang dimiliki oleh Tsalabah, diantaranya dengan cara: menjaga mulut, telinga, mata, tangan dan hati kita agar selalu mengingat kebesaran Allah Swt. Menyadari bahwa akhlak tercela akan menyiksa diri kita sendiri. Menyadari bahwa ingkar janji akan mendatangkan laknat Allah Swt.

Adapun hikmah yang dapat kita ambil dari kisah Tsa'labah adalah:

1. Selalu beribadah baik ketika sempit maupun lapang.
2. Selalu syukur nikmat terhadap apa yang dikaruniakan Allah Swt.
3. Menghindari sifat takabur dan kikir.
4. Beribadah hanya karena Allah Swt. dan
5. Selalu menepati janji serta taat kepada Allah Swt.

Rangkuman
1. Akhlak tercela dapat membahayakan dan merugikan diri sendiri dan orang lain.
2. Sifat-sifat tercela, yang dimiliki Tsa‟labah, antara lain tidak menepati janji, kikir, sombong, kufur nikmat, dan dzalim
3. Kufur nikmat berarti mengingkari pemberian Allah Swt. dengan cara menyalahgunakannya, melalaikannya, atau memakainya untuk jalan yang dibenci (tidak diridhai) oleh Allah Swt.
4. Ibadah yang dilanggar Tsa‟labah adalah zakat dan salat.
5. Akibat berperilaku tercela
  • a. dimurkai Allah Swt.
  • b. tidak disenangi sesama
  • c. kesengsaraan di dunia dan azab di akhirat
6. Hikmah yang dapat diambil dari kisah Tsa‟labah
  • a. Selalu beribadah, baik ketika sempit maupun lapang
  • b. Selalu syukur nikmat terhadap apa yang dikaruniakan Allah Swt.
  • c. Menghindari sifat takabur dan kikir
  • d. Beribadah hanya karena Allah

Soal latihan 
  1. Apakah permintaan Tsa'labah kepada Nabi Muhammad Saw.?
  2. Sebutkan 4 perilaku tercela Tsa'labah yang harus kalian hindari?
  3. Menurut pendapatmu bagaimana cara menghindari perilaku tercela?
  4. Apa akibatnya jika kalian berperilaku tercela?
  5. Sebutkan 3 hikmah dari kisah Tsa'labah!

Sabtu, 11 November 2023

AQIDAH AKHLAK KLS 4 BAB 5

INDAHNYA BERPERILAKU TERPUJI

Kompetensi Dasar 

3.5 Memahami makna sikap tabah dan sabar menghadapi cobaan melalui kisah Bilal bin Rabah

4.5 Mengomunikasikan manfaat sikap tabah dan sabar menghadapi cobaan melalui kisah Bilal bin Rabah

A. Kisah Bilal Bin Rabbah

(Kisah singkat Bilal Bin Rabbah)

Ketika Mekah diterangi cahaya agama baru dan Rasul yang agung Saw. mulai mengumandangkan seruan kalimat tauhid, Bilal termasuk orang-orang pertama yang memeluk Islam. Saat Bilal masuk Islam, di bumi ini hanya ada beberapa orang yang telah mendahuluinya memeluk agama baru itu, seperti Ummul Mu‟minin Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abu Thalib, „Ammar bin Yasir bersama ibunya, Sumayyah, Shuhaib ar-Rumi, dan al-Miqdad bin al-Aswad.

Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus Sauda‟ (putra wanita hitam). Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.

Bilal merasakan penganiayaan orang-orang musyrik yang lebih berat dari siapa pun. Berbagai macam kekerasan, siksaan, dan kekejaman mendera tubuhnya. Namun ia, sebagaimana kaum muslimin yang lemah lainnya, tetap sabar menghadapi ujian di jalan Allah itu dengan kesabaran yang jarang sanggup ditunjukkan oleh siapa pun.

Orang Quraisy yang paling banyak menyiksa Bilal adalah Umayyah bin Khalaf bersama para algojonya. Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad … (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ….“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad….”

Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad…, Ahad…, Ahad…, Ahad….” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.

Ketika Abu Bakar memberitahu Rasulullah Saw. bahwa ia telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya. Rasulullah Saw. berkata kepada Abu Bakar, “Kalau begitu, biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya, wahai Abu Bakar.” Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra. menjawab, “Aku telah memerdekakannya, wahai Rasulullah.”

Setelah Rasulullah Saw. mengizinkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Madinah, mereka segera berhijrah, termasuk Bilal Rodhiallahu „anhu. Setibanya di Madinah, Bilal tinggal satu rumah dengan Abu Bakar dan „Amir bin Fihr.

Bilal tinggal di Madinah dengan tenang dan jauh dari jangkauan orang-orang Quraisy yang kerap menyiksanya. Kini, ia mencurahkan segenap perhatiannya untuk menyertai Nabi sekaligus kekasihnya, Muhammad Saw. Bilal selalu mengikuti Rasulullah Saw. ke mana pun beliau pergi.

Ayo berdiskusi

1. Mengapa Bilal bin Rabbah disiksa oleh orang-orang kafir Quraisy?

2. Siksaan apa yang diberikan kafir Quraisy kepada Bilal bin Rabbah?

3. Apakah dengan siksaan yang berat Bilal menjadi menyerah dan goyah dalam menyembah Allah Swt? mengapa?

4. Bagaimana Bilal menghadapi cobaan dalam mempertahankan keimanannya kepada Allah Swt.?

5. Apa yang bisa kamu teladani dari Bilal bin Rabbah ?

B. Sabar dan Tabah Menghadapi Cobaan dari Allah Swt

Tahukah kamu apa itu sabar,sudahkah kamu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana caranya? yuk kita cari tahu!

Sabar adalah rela menerima sesuatu yang tidak disenangi dengan rasa ikhlas serta berserah diri kepada Allah Swt. Sabar secara lebih luas juga diartikan menahan diri agar tidak mudah marah, benci, dendam, tidak mudah putus asa, melatih diri dalam ketaatan dan membentengi diri agar tidak melakukan perbuatan keji dan maksiat. 

Dalam Islam, ada tiga bentuk sabar yakni :

  1. Sabar dalam ketaatan menjalankan perintah Allah Swt,
  2. Sabar dalam menghadapi musibah atau terhadap apa yang telah ditakdirkan
  3. Sabar dalam menjauhi perbuatan maksiat atau apa yang dilarang Allah Swt
Orang yang beriman hendaknya bersabar atas segala ujian, cobaan dan musibah yang datang kepadanya. Percaya bahwa Allah Swt. tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas
kemampuannya. Ketika mendapatkan cobaan, maka bersabar dan ikhlas dengan apa yang terjadi. Karena sesungguhnya Allah Swt itu bersama dengan orang-orang sabar.

Allah SWT berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 153
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar“. (QS. Al-Baqarah: 153)

Hikmah atau keuntungan sabar diantaranya:
  1. Sabar sebagai penolong, pembawa keberuntungan.
  2. Memberikan ketentraman jiwa.
  3. Mendapat kesuksesan bagi yang berusaha, bekerja dan belajar. 
agar kalian selalu tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan
  1. Terima cobaan dari Allah Swt. dengan ikhlas. Allah Swt. memberi cobaan pada hambanya tidak akan melebihi dari kemampuan hambanya dalam menerima cobaan tersebut.
  2. Ingat janji Allah Swt. sesungguhnya setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan.
  3. Mengambil hikmah dari cobaan yang menimpa. Sepahit apa pun cobaan yang kita terima, pasti ada hikmah dibaliknya.
  4. Berdo‟a dan bertawakkal. Kita harus yakin bahwa hanya Allah-lah satu- satunya yang dapat memberi pertolongan dan jalan keluar semua cobaan yang kita hadapi.
Ayo berdiskusi
1. Tulislah contoh sabar dalam menjalankan perintah dari Allah Swt!
2. Mengapa kita harus sabar dan tabah dalam menerima ujian atau musibah?
3. Apa yang kamu lakukan jika ada temanmu yang suka mengeluh dan tidak sabar dalam menghadapi cobaan?
4. Bagaimana menurut pendapatmu agar senantiasa sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan?