Jumat, 27 Oktober 2023

SKI KELAS 6 SEMESTER GANJIL BAB V SUNAN DRAJAT (W. 1522 M)

SUNAN DRAJAT (W. 1522 M)  

Tujuan Pembelajaran

  1. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat menganalisis biografi Sunan Maulana Malik Ibrahim dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia dengan benar.
  2. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat mengorganisasi kembali peran Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam mengembangkan Islam di Indonesia dengan tepat.

A. Biografi
Sunan Drajat atau Raden Qasim adalah putra bungsu Sunan Ampel dan Nyi Ageng Manila, lahir tahun 1470 M. ia saudara kandung Raden Mahdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Selain bernama Raden Qasim, dikenal juga dengan nama Maulana Hasyim, Raden Syarifudin, pangeran Kadrajat, dan Sunan Mayang Madu.
Ibunya berdarah Jawa yang membuat pengetahuannya tentang bahasa, sastra dan budaya lebih dominan bercorak Jawa, seperti Sunan Bonang kakaknya, ia pun sangat pandai menggubah berbagai jenis tembang macapat pungkur berisi pesan-pesan Islam. 

Menginjak usia sekolah, ia belajar langsung kepada Sunan Ampel, ayahnya. Kemudian Sunan Ampel mengirimnya ke Cirebon memperdalam ilmu agama kepada Sunan Gunung Jati. Setelah beberapa tahun berdakwah di Kadrajat Sunan Drajat kembali ke Ampeldenta, namun ayahanda nya memintanya menyebarkan Islam di pesisir barat Gresik.

Lewat seni dan budaya Sunan Drajat menyampaikan ajaran Islam sehingga masyarakat menerima Islam dengan baik.
Di usia tua, Sunan Drajat tinggal di Dalem Wulur, sebuah tempat tinggi arah selatan dari desa Drajat. Di sinilah ia menghabiskan masa hidupnya untuk berdakwah. Terdapat sejumlah peninggalan yang terpelihara sampai sekarang, diantaranya singko mengkok yaitu seperangkat alat musik gamelan dan beberapa benda lainnya. Sunan Drajat wafat pada tahun 1522 M, dimakamkan di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

B. Peran Sunan Drajat dalam Mengembangkan Islam di Indonesia.
Dalam mengembangkan Islam di daerah Jawa, Sunan Drajat punya peran penting dalam, di antaranya:
1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Dalam dakwahnya, Sunan Drajat dikenal dengan sosok yang berjiwa sosial, sangat peduli dengan kehidupan fakir miskin serta lebih mengutamakan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 
2. Menanamkan pendidikan akhlak
Dalam menyampaikan dakwah, masyarakat mengenal pepali pitu (tujuh dasar ajaran) yang mencakup tujuh falsafah hidup yang dijadikan pijakan dalam kehidupan yang disampaikan sunan Drajat 

Isi pepali pitu
  1. Memangun resep tyasing sasama ( kita selalu membuat senang hati orang lain)
  2. Jroning Suka kudu eling lan waspodo (dalam suasana gembira hendaknya tetap ingat Tuhan dan selalu waspada).
  3. Laksitaning subrata tan nyipta marang pringga bayaning lampah ( dalam upaya mencapai cita-cita luhur jangan menghiraukan halangan dan rintangan)
  4. Meper hardaning pancadriya (Senantiasa berjuang menekan gejolak nafsu-nafsu indrawi)
  5. Heneng-Hening-Henung (Dalam diam akan tercapai keheningan, dan di dalam hening, akan mencapai jalan kebebasan mulia)
  6. Mulyaguna Panca Waktu (Pencapaian kemulian lahir batin dicapai dengan menjalani salat lima waktu)
  7. Menehono teken marang wong kang wuto. Menehono mangan marang wong kang luwe. Menehono busana marang wong kang wuda. Menehono pangiyup marang wong kang kaudanan. (Berikan tongkat kepada orang buta. Berikan makan kepada orang yang lapar. Berikan pakaian kepada orang yang tak memiliki pakaian. Berikan tempat berteduh kepada orang yang kehujanan.)
C. Sikap Positif dalam pribadi Sunan Drajat 

Dalam usaha menyebarkan dan mengembangkan dakwah Islam di Indonesia, Sunan Drajat patut menjadi teladan dalam sikap Positif yang ditunjukkan, antara lain : 
1. Merakyat dan peduli fakir miskin
2. Seniman yang mendidik
3. Berdakwah dengan arif dan bijaksana.


RANGKUMAN 

  1. Sunan Drajat atau Raden Qasim, putra bungsu Sunan Ampel dan Nyi Ageng Manila, lahir tahun 1470 M. ia bersaudara kandung dengan Raden Mahdum Ibrahim.
  2. Raden Qasim belajar ilmu agama kepada ayahnya, Sunan Ampel, dan mendalaminya kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon.
  3. Dalam mengembangkan Islam di Indonesia, Sunan Drajat berperan penting dalam hal-hal sbb: 
          Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
          Menanamkan pendidikan ahlak lewat pepali pitu

      4. Teladan dari sikap Drajat yang diteladani antara lain:
       Merakyat dan peduli fakir miskin
       Seniman mendidik yang menjadikan seni untuk dakwah
       Menyebarkan Islam dengan arif dan bijaksana.