Senin, 30 Oktober 2023

AQIDAH AKHLAK KLS 6 BAB IV

 AKHLAK-KU

Materi Pokok : Sifat pemaaf, tanggung jawab, adil, dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

1. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat menerapkan sifat pemaaf, tanggung jawab, adil, dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

2. Melalui kegiatan observasi, siswa dapat mengomunikasikan pengalaman dalam menerapkan sifat pemaaf, tanggung jawab, adil, dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat. 


A. Pemaaf

Pengertian

Pemaaf berarti orang yang rela memberi maaf kepada orang lain, sikap pemaaf berarti sikap suka memaafkan kesalahan orang lain tanpa sedikitpun ada rasa benci dan keinginan untuk membalasnya.

Dalil : surah al-A’raf (7): 199

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ

Artinya: Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. al-A’raf [7]: 199) 


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن رَسُولَ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً، وَمَا تَوَاضَعَ أحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ. رواه مسلم وغيره
Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat)."

Contoh pemaaf : Di dalam bergaul setiap hari, disengaja ataupun tidak disengaja pasti kita pernah berbuat salah bahkan mungkin hingga menyakiti sesama. Maka sebagai orang yang beriman dan memiliki etika, moral dam akhlak kita harus mampu menjadi orang pemaaf kepada sesama, sebab sifat pemaaf ini juga merupakan salah satu perintah Allah Swt. 

Hikmah : 

Di antara hikmah yang dapat dirasakan dari sikap pemaaf di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Seorang pemaaf akan mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari orang yang dimaafkan. 

2. Orang yang pemaaf akan memperkuat tali silaturrahim dengan orang lain, termasuk orang yang dimaafkan.

3. Sikap pemaaf menunjukkan seseorang tersebut bertakwa. Artinya, orang yang tidak memiliki sikap pemaaf berarti dia tidak disebut bertakwa dalam arti yang sebenarnya.

B. Tanggung Jawab 

Pengertian : Tanggung jawab adalah kesadaran diri manusia terhadap tingkah laku dan perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sesuatu sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Tanggung jawab sangat erat kaitannya dengan kewajiban.

Tanggung jawab menjadi ciri manusia yang beradab. Manusia harus bertanggung jawab karena menyadari akibat baik atau buruk dari perbuatannya. 

Cara membiasakan Tanggungjawab dalam kehidupan sehari-hari :  

a. selalu ingat kepada Allah bahwa segala perbuatan yang dilakukan di dunia akan dimintai pertanggung jawaban.

b. menyadari betapa beratnya amanah yang diberikan kepada manusia.

c. menyadari akibat buruk yang timbul dari sikap tidak bertanggung jawab.

d. berani mengakui kekurangan sendiri.

e. siap menerima risiko apapun dari kesalahan yang dilakukan.

Contoh : Sebagai seorang pelajar kewajiban kita adalah belajar. Dengan belajar kita telah bertanggung jawab terhadap kewajiban kita, jadi makna dari tanggung jawab sering dikaitkan dengan kewajiban. Maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajiban kita.

Dalil

كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ

Artinya: Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya, (QS. AlMudatsir. [74]: 38) 

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

Artinya, “Ketahuilah Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang di pimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, istri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya. Dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya." (HR Bukhari).

Hikmah

1. Dipercaya orang lain

2. Menjadi manusia yang berguna

3. Memperoleh pahala dari Allah SWT

C. Adil

Pengertian : Adil berasal dari bahasa Arab yang berarti berada di tengah-tengah, jujur, lurus, dan tulus. 

Menurut istilah adil adalah meletakkan segala urusan pada tempat yang sebenarnya tanpa ada aniaya. 

Adil berarti seimbang atau tidak memihak dan memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya tanpa ada pengurangan. Dengan demikian, orang yang adil selalu bersikap tidak memihak pada siapapun kecuali kepada kebenaran.

Contoh Adil : Tahukah kalian ? Banyak sekali contoh adil yang terjadi di sekitar kita. Anak yang membuang sampah di sembarang tempat, kemudian ditegur oleh bapak atau ibu guru agar diambil dan dibuang di tempat sampah, adalah bagian dari contoh adil. Karena adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. 

Dalil

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah [5]: 8)

Hikmah : Beberapa manfaat/hikmah bersikap adil diantaranya:

1. mendatangkan ridha Allah Swt.

2. memperoleh keberkahan hidup.

3. mendapatkan kebahagiaan batin.

4. disenangi banyak orang.

5. mendapatkan kesejahteraan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

6. terwujudnya masyarakat yang tentram, aman dan damai. 

D. Bijaksana

Pengertian : Bijaksana artinya selalu menggunakan akal budinya dengan berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya, bisa juga berarti cermat dan teliti serta berhati-hati.

Sikap bijaksana adalah sikap tepat dalam menyikapi setiap keadaan dan peristiwa serta persoalan yang ada sehingga memancarlah keadilan, ketawadhuan dan kebeningan hati serta menyelesaikannya berdasarkan kebenaran dan tidak hanya mengikuti keinginan hawa nafsu saja.

Contoh/Teladan Bijaksana :

Ketika penduduk Makkah berselisih tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad di Ka’bah, datanglah Rasulullah Saw. dan memberikan ide cemerlang. Nabi berkata: “Bagaimana kalau siapa yang besok pagi lebih dahulu memasuki masjid ini maka dialah yang berhak meletakan Hajar Aswad itu ke tempat semula”. Para pemuka Quraisy menyepakati usulan Nabi tersebut, dan ternyata yang datang pertama kali ke masjid adalah Nabi Muhammad Saw.. Berarti Nabi Muhammad Saw. yang berhak memindahkan Hajar Aswad tersebut ke tempat semula.

Untuk menghindari terjadi permusuhan diantara mereka, Nabi Muhammad Saw. tidak mau memindahkan sendiri. Sebaliknya Nabi Muhammad Saw. mengajak kepada semua pemuka kaum Quraisy itu untuk terlibat. Sehingga Nabi membentangkan kain sorbannya yang berbentuk empat persegi tersebut, kemudian diletakan Hajar Aswad diatas serbannya dan disuruh oleh Nabi agar empat orang pemuka Quraisy masing-masing memegang sudut sorban dan mengangkat secara bersama-sama ke tempat semula dan setelah Hajar Aswad berada di dekat tempatnya, barulah Nabi yang mengangkat dan meletakan Hajar Aswad di tempat semula.

Dalil

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl [16]:125)

Hikmah Bijaksana :

1. dapat terlaksana suatu aturan, karena orang yang bijaksana selalu berbuat sesuai aturan, sehingga terwujud keselarasan hidup bagi masyarakat.

2. dapat mewujudkan sikap disiplin.

3. dapat menegakan sesuatu yang hak (benar) karena perilaku bijaksana akan menimbulkan kebaikan dan kebaikan akan menghasilkan kebenaran.

4. dapat melaksanakan kewajiban, karena orang yang bijaksana selalu mengutamakan pelaksanaan kewajiban.

5. dapat mewujudkan sikap adil, karena orang yang bijaksana secara otomatis bersikap adil. 

RANGKUMAN 

1. Sebagai orang yang beriman dan memiliki etika, moral dam akhlak kita harus mampu menjadi orang pemaaf kepada sesama, sebab sifat pemaaf ini juga merupakan salah satu perintah Allah Swt..

2. Tanggung jawab adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu dengan sengaja atau tidak sengaja dan menanggung akibatnya.

3. Hukum tanggung jawab bagi setiap manusia adalah wajib.

4. Dengan sikap tanggung jawab maka setiap manusia akan mampu mengontrol diri sebelum melakukan sesuatu, sebab setiap yang dilakukan pasti akan ada risiko yang harus dihadapi.

5. Adil adalah menempatkan semua urusan pada tempat yang seharusnya.

6. Orang yang adil adalah orang yang berbuat sesuai aturan hukum; baik hukum agama, hukum positif (hukum negara) maupun hukum sosial (hukum adat) yang berlaku. Dengan demikian, orang yang adil selalu bersikap tidak memihak pada siapapun kecuali kepada kebenaran.

7. Cara menjadi pribadi yang bijaksana:

a. Tidak emosional atau mudah marah

b. Tidak egois yang berarti hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri

c. Memiliki kasih sayang terhadap sesama

d. Selalu berupaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik