Sabtu, 11 November 2023

AQIDAH AKHLAK KLS 4 BAB 5

INDAHNYA BERPERILAKU TERPUJI

Kompetensi Dasar 

3.5 Memahami makna sikap tabah dan sabar menghadapi cobaan melalui kisah Bilal bin Rabah

4.5 Mengomunikasikan manfaat sikap tabah dan sabar menghadapi cobaan melalui kisah Bilal bin Rabah

A. Kisah Bilal Bin Rabbah

(Kisah singkat Bilal Bin Rabbah)

Ketika Mekah diterangi cahaya agama baru dan Rasul yang agung Saw. mulai mengumandangkan seruan kalimat tauhid, Bilal termasuk orang-orang pertama yang memeluk Islam. Saat Bilal masuk Islam, di bumi ini hanya ada beberapa orang yang telah mendahuluinya memeluk agama baru itu, seperti Ummul Mu‟minin Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abu Thalib, „Ammar bin Yasir bersama ibunya, Sumayyah, Shuhaib ar-Rumi, dan al-Miqdad bin al-Aswad.

Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus Sauda‟ (putra wanita hitam). Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.

Bilal merasakan penganiayaan orang-orang musyrik yang lebih berat dari siapa pun. Berbagai macam kekerasan, siksaan, dan kekejaman mendera tubuhnya. Namun ia, sebagaimana kaum muslimin yang lemah lainnya, tetap sabar menghadapi ujian di jalan Allah itu dengan kesabaran yang jarang sanggup ditunjukkan oleh siapa pun.

Orang Quraisy yang paling banyak menyiksa Bilal adalah Umayyah bin Khalaf bersama para algojonya. Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad … (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ….“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad….”

Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad…, Ahad…, Ahad…, Ahad….” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.

Ketika Abu Bakar memberitahu Rasulullah Saw. bahwa ia telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya. Rasulullah Saw. berkata kepada Abu Bakar, “Kalau begitu, biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya, wahai Abu Bakar.” Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra. menjawab, “Aku telah memerdekakannya, wahai Rasulullah.”

Setelah Rasulullah Saw. mengizinkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Madinah, mereka segera berhijrah, termasuk Bilal Rodhiallahu „anhu. Setibanya di Madinah, Bilal tinggal satu rumah dengan Abu Bakar dan „Amir bin Fihr.

Bilal tinggal di Madinah dengan tenang dan jauh dari jangkauan orang-orang Quraisy yang kerap menyiksanya. Kini, ia mencurahkan segenap perhatiannya untuk menyertai Nabi sekaligus kekasihnya, Muhammad Saw. Bilal selalu mengikuti Rasulullah Saw. ke mana pun beliau pergi.

Ayo berdiskusi

1. Mengapa Bilal bin Rabbah disiksa oleh orang-orang kafir Quraisy?

2. Siksaan apa yang diberikan kafir Quraisy kepada Bilal bin Rabbah?

3. Apakah dengan siksaan yang berat Bilal menjadi menyerah dan goyah dalam menyembah Allah Swt? mengapa?

4. Bagaimana Bilal menghadapi cobaan dalam mempertahankan keimanannya kepada Allah Swt.?

5. Apa yang bisa kamu teladani dari Bilal bin Rabbah ?

B. Sabar dan Tabah Menghadapi Cobaan dari Allah Swt

Tahukah kamu apa itu sabar,sudahkah kamu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana caranya? yuk kita cari tahu!

Sabar adalah rela menerima sesuatu yang tidak disenangi dengan rasa ikhlas serta berserah diri kepada Allah Swt. Sabar secara lebih luas juga diartikan menahan diri agar tidak mudah marah, benci, dendam, tidak mudah putus asa, melatih diri dalam ketaatan dan membentengi diri agar tidak melakukan perbuatan keji dan maksiat. 

Dalam Islam, ada tiga bentuk sabar yakni :

  1. Sabar dalam ketaatan menjalankan perintah Allah Swt,
  2. Sabar dalam menghadapi musibah atau terhadap apa yang telah ditakdirkan
  3. Sabar dalam menjauhi perbuatan maksiat atau apa yang dilarang Allah Swt
Orang yang beriman hendaknya bersabar atas segala ujian, cobaan dan musibah yang datang kepadanya. Percaya bahwa Allah Swt. tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas
kemampuannya. Ketika mendapatkan cobaan, maka bersabar dan ikhlas dengan apa yang terjadi. Karena sesungguhnya Allah Swt itu bersama dengan orang-orang sabar.

Allah SWT berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 153
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar“. (QS. Al-Baqarah: 153)

Hikmah atau keuntungan sabar diantaranya:
  1. Sabar sebagai penolong, pembawa keberuntungan.
  2. Memberikan ketentraman jiwa.
  3. Mendapat kesuksesan bagi yang berusaha, bekerja dan belajar. 
agar kalian selalu tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan
  1. Terima cobaan dari Allah Swt. dengan ikhlas. Allah Swt. memberi cobaan pada hambanya tidak akan melebihi dari kemampuan hambanya dalam menerima cobaan tersebut.
  2. Ingat janji Allah Swt. sesungguhnya setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan.
  3. Mengambil hikmah dari cobaan yang menimpa. Sepahit apa pun cobaan yang kita terima, pasti ada hikmah dibaliknya.
  4. Berdo‟a dan bertawakkal. Kita harus yakin bahwa hanya Allah-lah satu- satunya yang dapat memberi pertolongan dan jalan keluar semua cobaan yang kita hadapi.
Ayo berdiskusi
1. Tulislah contoh sabar dalam menjalankan perintah dari Allah Swt!
2. Mengapa kita harus sabar dan tabah dalam menerima ujian atau musibah?
3. Apa yang kamu lakukan jika ada temanmu yang suka mengeluh dan tidak sabar dalam menghadapi cobaan?
4. Bagaimana menurut pendapatmu agar senantiasa sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan?