Senin, 28 Agustus 2023

Aqidah Akhlak Kelas 6 semester 1 Mengenal Allah SWT melalui Asmaul Husna

Tujuan Pembelajaran

1. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat memahami makna al-Ghaffaar dan al-'Afuww dengan benar.

2. Melalui kegiatan berdiskusi, siswa dapat menyajikan arti dan bukti sederhana al-Ghaffaar dan al-'Afuww dengan tepat.

Kali ini kita akan lebih mengenal Allah Swt. melalui asmaul husna Ghaffar dan al-‘Afuww.

Sebelum kalian belajar materi tersebut, mari kita lafadz kan doa belajar.

الْغَفَّارُ

Al-Ghaffar berasal dari kata “ghafara”, yang berarti menutupi. Makna nya Allah Swt. Maha Pengampun. Allah Swt. menutupi dosa hamba-hamba-Nya karena kemurahan dan keluasan ampunan-Nya. Selain itu, al-Ghaffar juga dapat berarti Allah Swt. menganugerahkan sifat penyesalan kepada hamba-hamba-Nya sehingga bisa menjadi obat penawar sekaligus penghapusan dosa.

Al-Qur’an menyebut kata “Ghaffar” sebanyak lima kali, tiga kali berdiri sendiri sebagaimana terungkap dalam QS. Nuh (71: 10) dan QS. Thaha (20: 82), sedang dua kali lainnya dirangkai setelah penyebutan sifat dan nama indah lainnya, yaitu al-Aziz.

"Sesungguhnya Tuhanmu sangat luas maghfirah-Nya." (QS. At-Taubah: 117).

Kemudian 

وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى.        

Artinya: “Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk”. (QS. Thaha [20]: 82).

dosa itu adalah kegelapan. Dosa itu adalah sesuatu yang mengganggu pikiran dan hati. Perasaan tidak tenang dan selalu merasa bersalah adalah bagian dari tanda bahwa kita melakukan perbuatan dosa, apapun bentuk perbuatan dosa tersebut. 

Nah, kalau dosa diampuni maka hati menjadi tenang dan pikiran menjadi terang, ketika itulah berarti Allah Swt. telah mengobati seseorang yang sedang risau hatinya karena dosa-dosa yang dilakukannya.

Tidak cukup Allah Swt. mengampuni dosa-dosa tersebut, tapi Allah Swt. juga menutupi kesalahan-kesalahan kita. Alangkah banyaknya orang yang berdosa di dunia ini, alangkah banyaknya orang yang berbuat maksiat, tetapi Allah Swt. menutupi aib-aib itu, agar tidak diketahui yang lainnya.

Allah Swt. menutupi keburukan kita adalah kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri. Allah Swt. menutupi dosa-dosa adalah kesempatan bagi kita untuk bertobat, memohon ampunan-Nya. Allah Swt. menutupi kesedihan kita adalah kesempatan bagi kita untuk tidak berputus asa terhadap pertolongan-Nya. Allah Swt. Tuhan Maha Pengampun.

Allah Swt. memerintahkan kita untuk meneladani dan membiasakan makna al-Ghaffar dalam kehidupan kita, di antaranya dengan cara:

1. memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti dan berbuat kesalahan kepada kita 

2. menghilangkan kebencian dan dendam di dalam hati

3. menghindarkan diri dari berprasangka buruk, 4. tidak mencari-cari kesalahan

5. tidak membuka aib orang lain

6. tidak menggunjing, memfitnah, atau menyakiti orang lain.

العَفُوُّ 

Secara bahasa kata al-’Afuww berarti menghapus, menghilangkan sampai akar, dan memaafkan. Sebagai nama Allah Swt., maka al-’Afuww berarti yang Maha Pemaaf.

Memaafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh hamba-Nya. Allah Swt. memaafkan dengan menghapus dan menghilangkan dosa-dosa hamba-Nya sampai ke akar dengan tidak menimpakan hukuman atau sanksi kepadanya. Allah Swt. memberikan maaf kepada siapa pun yang dikehendaki. Sungguh, Allah Swt. telah memaafkan begitu banyak kesalahan hamba-Nya, tanpa mereka meminta. Karena jika tidak dimaafkan, manusia sudah pasti binasa dengan setiap dosa yang dilakukannya. Allah Swt. berfirman dalam al-Qur’an Surah al-Hajj ayat 60:

ذٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوْقِبَ بِهٖ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ

Artinya: Demikianlah dan barang siapa membalas seimbang dengan (kezaliman) penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia dizalimi (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

Allah Swt. maha memaafkan orang-orang yang berbuat dosa dengan tidak menyegerakan sikasaan bagi mereka, serta mengampuni dosa-dosa mereka. Inilah sifat Allah Swt. yang tetap dan terus Maha Mulia, dan inilah kemurahan Allah Swt. kepada hamba- Nya di setiap waktu, dengan memaafkan dan mengampuni.

Seorang hamba yang meneladani nama dan sifat al-’Afuww, pasti akan selalu memohon ampun kepada Allah Swt. dari setiap kesalahan yang dilakukan setiap saat dan di manapun berada. Dia juga selalu memaafkan kesalahan orang lain, bahkan sebelum diminta, pasti telah memaafkan. Dia tidak mudah marah dengan perilaku buruk orang lain.

Memberi maaf kepada orang lain yang berbuat salah merupakan sifat kemuliaan.

Siapapun yang dapat membiasakannya akan memperoleh kemuliaan dari Allah Swt. yaitu memperoleh pahala yeng besar dan terhindar dari berbagai macam kesulitan hidup, seperti sulit untuk belajar, sulit bergaul, perasaan takut dan sejenisnya.

Perbedaan al-Ghaffar dan al-’Afuww

Baik al-Ghaffar dan al-Afuww memiliki makna mengampuni atau memaafkan.

Namun al-'Afuww memiliki arti lebih dalam daripada al-Ghaffar. Al-Ghaffar Allah maha pemberi maghfirah. Maghfirah adalah ampunan dosa tapi dosa itu masih ada. Dosa tersebut ditutupi oleh Allah Swt. di dunia dan di akhirat dari pandangan makhluk.

Sehingga Allah Swt. tidak menyiksa seseorang dengan dosa tersebut, tapi dosa itu masih ada.

Adapun al-‘Afuww Allah maha pemberi maaf. Dengan al-‘Afuww Allah Swt. telah menghapuskan dan menghilangkan dosa yang dilakukan hambanya seperti tidak pernah melakukan kesalahan. Jadi pemberian ma’af lebih istimewa.

Boleh jadi kita melakukan dosa-dosa kecil, seperti tidak banyak ibadah, maka di padang mahsyar akan mendapati Allah Swt. sebagai Maha Pengampun. Dosa-dosa itu akan diperlihatkan dan disuruh mengakuinya. Berbeda jika kita melakukan dosa, lalu bertobat, giat ibadah, maka di padang mahsyar kita memperoleh maaf. Maka Allah Swt.yang Maha Pemaaf, tidak lagi menyebutkan kesalahan-kesalahan kita, karena sudah dihapuskan.

Hikmah al-Ghaffar dan al-’Afuww

Seorang muslim yang meyakini dengan sungguh-sungguh dan meneladani sifat pengampun (al-Ghaffar) dan pemaaf (al-Afuww) Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari secara ikhlas akan memperoleh hikmah antara lain:

a. Mudah memaafkan kesalahan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. 

b. Terdorong untuk terus membaca istigfar, yakni meminta ampun kepada Allah Swt. baik berbuat salah maupun tidak.

c. Tidak pernah berputus asa terhadap rahmat Allah Swt., 


Selasa, 22 Agustus 2023

Upaya Nabi Muhammad Saw menegakkan kesepakatan dengan non Muslim

Sejarah Kebudayaan Islam Kelas 5 BAB II

Upaya Nabi Muhammad Saw menegakkan kesepakatan dengan non Muslim 

Negara kita penduduknya beraneka ragam agama, suku, adat istiadat, dan bahasa. Ada yang beragama Islam, Kristen, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Ada juga yang menganut aliran kepercayaan. Saudara kita sebangsa setanah air juga berasal dari berbagai macam suku, di antaranya ada suku Jawa, Dayak, Madura, Sunda, Minang, Batak, Melayu, Serawai, dan Betawi. Semuanya diikat menjadi satu kesatuan, Indonesia. Karenanya, slogan negara kita adalah Bhineka Tunggal Ika. Islam merupakan agama mayoritas. 

Umat Islam Indonesia mengikuti ajaran Rasulullah Saw. yakni menghormati keyakinan agama lain dan menghargai perbedaan suku dan adat istiadat. Keteladanan Rasulullah tersebut tercermin pada tindakan Rasulullah Saw. memimpin Madinah yang menjalin kesepakatan dengan nonmuslim.

1. Kesepakatan Perdamaian (Piagam Madinah)

Piagam Madinah adalah kesepakatan antara umat Islam dan nonmuslim untuk hidup berdampingan dengan rukun dan damai diMadinah. 
Masing-masing pemeluk agama menjalankan agamanya dan harus saling menghormati. Mereka hidup dalam satu kesatuan meskipun beragam agama dan sukunya. 
Piagam Madinah merupakan dokumen yang menghargai hak-hak asasi manusia dan menjadi dasar hidup bermasyarakat yang harus ditaati semua pihak. Karena itu,
Piagam Madinah menjadi dasar aturan (konstitusi) pertama di dunia. Kesaktian Piagam Madinah yang memancar melalui pasal demi pasal yang terkandung di dalamnya,
mampu mendamaikan dan mengikat berbagai kelompok suku dan golongan dalam masyarakat Madinah, serta menyatukan umat Islam pendatang dari Makkah dengan penduduk asli
Madinah secara umum.
Di antara isi Piagam Madinah, di antaranya adalah:
  • Semua kelompok yang menandatangani piagam merupakan suatu bangsa.
  • Masing-masing kelompok bebas menjalankan ajaran agamanya tanpa campur tangan kelompok lain
  • Bila salah satu kelompok diserang musuh, maka kelompok lain wajib untuk membelanya Kewajiban penduduk Madinah, baik kaum Muslimin, nonmuslim, ataupun bangsa Yahudi, harus saling bantu membantu moril dan materiil.
  • Mereka harus saling menasehati, berbuat baik dan tidak boleh berbuat jahat.
  • Nabi Muhammad adalah pemimpin seluruh penduduk Madinah dan dia menyelesaikan masalah yang timbul antar kelompok.
2. Komitmen Damai Rasulullah Saw. Dengan Kafir Quraisy
    (Perjanjian Hudaibiyah)

Pada tahun ke-6 (enam) hijriah, Rasulullah Muhammad Saw. bermaksud ke Makkah untuk melakukan ibadah haji ke Ka’bah beserta 1.400 orang kaum muslimin.
Kedatangan Rasulullah Saw. dan para sahabatnya ini diketahui oleh kaum kafir Makkah. Mereka kemudian mengirim pasukan di bawah pimpinan Khalid bin Walid  menghadang kaum muslimin di tengah jalan. Namun pasukan tidak berhasil menemukan Rasulullah Saw dan sahabat -sahabatnya, karena Rasulullah Saw mengunakan jalan lain menuju Makkah.
Rasulullah Saw. pun mengumpulkan sahabat di bawah pohon dan menanyakan kesediaan mereka untuk selalu setia bersama Rasulullah Saw. dan tidak akan meninggalkan beliau. Peristiwa ini disebut baiat ridwan. Para sahabat bersumpah setia membela Rasulullah Saw sampai titik darah penghabisan.
Rasulullah Saw. lebih cinta damai daripada peperangan. Dan Rasulullah Saw. yakin bahwa keimanan para sahabatnya
sudah kuat sehingga tidak terpengaruh

Akhirnya disepakati perjanjian damai antara Rasulullah Saw. dan kafir Quraisy Makkah. Perjanjian ini dikenal dengan nama “Perjanjian Hudaibiah”.
Adapun isi perjanjian Hudaibiah adalah sebagai berikut:
  • Peletakan senjata antara kedua belah pihak selama sepuluh tahun
  • Orang Quraisy muslim yang datang kepada kaum muslimin dengan tidak seizin walinya hendaklah ditolak kaum muslimin.
  • Barangsiapa yang hendak membuat perjanjian dengan Muhammad diperbolehkan, begitu juga siapa yang membuat perjanjian dengan Quraisy dibolehkan.
  • Kaum muslim tidak mengerjakan umrah di tahun ini, akan tetapi ditangguhkan sampai tahun depan. Di tahun depan kaum muslimin memasuki kota Makkah sesudah Quraisy keluar. Kaum muslimin measuki kota Makkah tidak boleh membawa senjata, kecuali pedang di dalam sarungnya, dan mereka tidak boleh tinggal di kota Makkah lebih dari tiga hari tiga malam. 
3. Nabi Saw. Menjalin Komunikasi dengan Raja-raja                          Nonmuslim.

Setelah disepakatinya perjanjian Hudaibiah, Rasulullah Saw. mempunyai kebebasan menjalin komunikasi dengan raja-raja di Jazirah Arab tanpa halangan dari kaum kafir Makkah. Kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Rasulullah Saw. Beliau gencar mengirim utusan ke raja-raja nonmuslim di Jazirah Arab dan sekitarnya seperti ke raja Habasyah (Najasy), Ghassan, kaisar Romawi (Heraklius), kaisar Persia, dan Gubernur Mesir (Muqauqis).

📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖

Berikut ini adalah upaya yang dilakukan nabi Muhamad Shalallahu Alaihi Wassalam dalam menegakkan kesepakatan dengan non Muslim yaitu:

  • Membuat perjanjian dengan kaum Yahudi di Madinah dalam mempertahankan kota Madinah yang kemudian dikenal dengan "Piagam Madinah"
  • Perjanjian Hudaibiyah yang dibuat antara kaum Muslimin dan kaum kafir Quraisy yang terjadi pada tahun ke 6 Hijriyah ketika nabi akan berumrah dengan para sahabat ke kota Mekah.
Nabi dan kaum Muslimin memegang teguh setiap perjanjian, namun baik itu piagam Madinah dan Perjanjian Hudaibiyah dikhianati kaum kafir. Sehingga nabi menegakkan hukum di atas mereka yaitu dengan mengusir kaum Yahudi dari tanah Madinah dan tidak mau memperbaharui perjanjian Hudaibiyah.

Senin, 14 Agustus 2023

SKI BAB I KELAS 6

 Soal SKI Kelas VI Bab 1 Maulana Malik Ibrahim

Sebelum masuk ke contoh soal, silahkan baca dulu Rangkuman SKI kelas VI Bab 1 Maulana Malik Ibrahim berikut ini.

Rangkuman SKI Kelas 6 Bab 1 Maulana Malik Ibrahim

1) Sunan Maulana Malik Ibrahim, atau Sunan Gresik, berasal dari Kashan, Persia. Datang ke pulau Jawa abad ke-14 tahun 1371 M untuk menyebarkan agama Islam 

2) Penyebaran Islam dilakukan melalui jalur perdagangan dimulai dari masyarakat pesisir pantai utara, dan menjalin hubungan dagang dengan Majapahit.

3) Maulana Malik Ibrahim diangkat sebagai syahbandar di Gresik dan dijadikan sebagai penasehat kerajaan Majapahit.

4) Diantara peran penting Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam mengembangkan Islam di Indonesia, yaitu:

- Menyebarkan Islam melalui jalur perdagangan

- Mendakwahkan Islam kepada keluarga kerajaan Majapahit

- Membangun masjid dan pesantren sebagai pusat dakwah Islam


Soal SKI Kelas VI Bab 1 Maulana Malik Ibrahim + Kunci Jawabannya


Jawablah soal-soal berikut ini dengan jawaban yang benar dan tepat!

1. Siapakah tokoh penyebar Islam yang disebut Wali Songo !

Jawaban:

Wali Songo berasal dari kata wali dan songo atau sanga, berarti sembilan wali. Istilah Wali Songo dikaitkan dengan lembaga dakwah yang berisi tokoh-tokoh penyebar Islam dalam usaha mereka mengembangkan Islam secara terorganisasi pada abad ke-15 dan 16 masehi.

Para penyebar Islam yang disebut wali songo yaitu: Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati.

2. Mengapa Maulana Malik Ibrahim mudah diterima masyarakat Jawa?

Jawaban:

Dalam perjuangannya menyebar dan mengembangkan dakwah Islam di Nusantara khususnya tanah Jawa, Sunan Maulana Malik Ibrahim menyampaikan ajaran Islam melalui sikap positif yang dapat diteladani, diantaranya:

1. Melakukan dakwah secara bertahap atau tadriji. Dalam dakwahnya, Sunan Maulana Malik Ibrahim mengajarkan agama Islam secara bertahap, tidak ada ajaran agama yang diberlakukan secara mendadak, semuanya melalui proses penyesuaian. 

2. Gigih dan tangguh dalam berdakwah. Kegigihan dan ketangguhan dalam menyebarkan agama Islam terbukti dari perjalanan jauh, merantau dari tanah kelahirannya Kashan (sekarang masuk wilayah Iran) menuju tanah Jawa melalui jalur laut yang melelahkan.

3. Santun dan dermawan dalam berdakwah. Sikap ini ditunjukkan ketika berdagang dengan menggelar pasar murah, dan selalu berbagi kepada fakir miskin. Kekayaaannya diperuntukkan untuk berdakwah di jalan Allah Swt

4. Toleran dan selalu menjalin hubungan baik antar-sesama. Hubungan baik yang ditunjukkan pada masyarakat luas dan penguasa Majapahit menjadikannya sosok guru yang dibanggakan dan menghantarkannya diangkat menjadi penasehat raja dan menteri Kerajaan Majapahit pada masanya.


3. Bagaimana upaya Maulana Malik Ibrahim menyebarkan Islam melalui jalur perdagangan ?

Jawaban:

Maulana Malik Ibrahim memulai aktivitas dakwahnya dengan berdagang di tempat terbuka yang berlokasi di desa Rumo, dekat pelabuhan. Ia menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok dengan harga murah dan terjangkau oleh masyarakat. 

Pergaulannya yang didasari akhlak mulia penuh keramahan, kesantunan, dan toleran dalam keseharian, menjadikan masyarakat mudah tertarik untuk memeluk agama Islam. 

Pilihan lokasi dakwah dekat pelabuhan, berhubungan erat dengan aktivitas dagang yang berada di daerah pesisir pantai yang menjadi pusat kegiatan ekonomi. 

Dengan demikian Maulana Malik Ibrahim banyak berinteraksi dengan para pedagang yang berada di wilayah Jawa dan daerah lainnya. 


4. Apa peran penting Maulana Malik Ibrahim dalam meyebarkan Islam di Indonesia ?

Jawaban:

Diantara peran penting Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam mengembangkan Islam di Indonesia, yaitu:

- Menyebarkan Islam melalui jalur perdagangan

- Mendakwahkan Islam kepada keluarga kerajaan Majapahit

- Membangun masjid dan pesantren sebagai pusat dakwah Islam


5. Mengapa seorang dai harus santun dan toleran dalam berdakwah? 

Jawaban:

Agar mudah diterima dan untuk menunjukkan keindahan Islam sehingga Islam benar-benar dirasakan membawa Rahmat untuk alam semesta (rohmatan lil 'alamin)


Untuk menambah wawasan Ananda semuanya silahkan baca materi dibawah ini yang dikutip dari buku SKI kelas 6

Islam Masuk ke Nusantara dan Wali Songo

Agama Islam masuk ke Nusantara,tepatnya di pulau Jawa diperkirakan abad ke-7 M sekitar tahun 674 M hingga 1433 M. Dalam rentan waktu sekitar delapan ratus tahun agama Islam belum tersebar luas, dan hanya dianut oleh sebahagian kecil penduduk Nusantara, meskipun para saudagar muslim sudah mulai berdatangan sejak 674 M membangun jalur hubungan dagang, namun meluasnya Islam ke berbagai pelosok Nusantara setelah kemunculan para penyebar Islam yang dikenal dengan sebutan Wali Songo. 


Wali Songo berasal dari kata wali dan songo atau sanga, berarti sembilan wali. Istilah Wali Songo dikaitkan dengan lembaga dakwah yang berisi tokohtokoh penyebar Islam dalam usaha mereka mengembangkan Islam secara terorganisasi pada abad ke-15 dan 16 masehi. Para penyebar Islam yang disebut wali songo yaitu: Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Para mubalig ini menyebarkan Islam dengan cara-cara damai, santun, toleran dan dapat menyesuaikan diri dengan adat-adat lokal penduduk Nusantara sehingga ajaran Islam diterima baik oleh masyarakat.


Di luar Jawa, pada abad ke-17 dan 18 muncul para tokoh yang 

mempunyai peran dalam mengembangkan Islam, seperti; Hamzah al-Fansuri (w. 

1590), Syekh Nuruddin Al Raniri (w. 1658), Syekh ‘Abd al-Ra’uf al-Sinkili (w.1693), Syamsuddin Al Sumatrani (w. 1630) di Aceh, Sultan Alaudin Al Makasari (1639) dan Syekh Yusuf Al-Makasari (w. 1699) di Sulawesi, Syekh Abdus Somad Al-Falembani (w. 1789) di Palembang, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (w. 1812) di Kalimantan , Syekh Nawawi al-Bantani (1813-1879) di Banten. Begitu pula di Nusa Tenggara Barat, muncul tokoh-tokoh penting yang mengembangkan Islam seperti Syekh Abdul Ghani Al-Bimawi, hingga berkembangnya sejumlah pesantren di Lombok oleh beberapa tokoh, seperti; Tgh.Saleh Hambali (w. 1968), Tgh. Muhammad Zainuddin Abdul Majid (w. 1997), Tgh.Ibrahim Al-Khalidi (w. 1993), dan tokoh-tokoh lainnya.


B. Biografi Sunan Maulana Malik Ibrahim


Sunan Maulana Malik Ibrahim disebut juga Sunan Gersik, berasal dari Kashan, Persia. Ia dikenal dengan nama kakek Bantal. Silsilah keturunannya tersambung dengan Nabi Muhammad Saw. melalui Fatimah Az-Azahra r.a dan Ali bin Abi Thalib dari jalur Husain bin Ali r.a.


Pada tahun 1371 M. Sunan Maulana Malik Ibrahim datang ke pulau Jawa dengan saudaranya Maulana Mahpur, Sayid Yusuf Mahrabi, dan 40 orang pengiring. Mereka datang ke pulau Jawa untuk menyebarkan agama Islam sambil berdagang. Desa Sembalo menjadi daerah yang pertama kali dituju, sebuah tempat dekat desa Leran, Kabupaten Gresik, sekitar 9 kilometer dari arah utara Kota Gresik. lokasinya tidak jauh dari makam Fatimah binti Maimun (w. 475 H/1082 M). 


Dalam menyiarkan agama Islam, Sunan Maulana Malik Ibrahim mula-mula dengan berdagang, membuka toko, menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dan menjualnya dengan harga murah, di dekat pelabuhan yang berlokasi di desa Rumo. Melalui kegiatan dagang Ia dapat berintraksi dengan berbagai kalangan, pelaku jual-beli, pemodal , pemilikkapal dan pihak-pihak yang terkait dengan aktifitas perdagangan.

Ia juga belajar bahasa daerah untuk mempermudah komunikasi dan kelancaran dakwahnya, sehingga dalam waktu yang relatif singkat Maulana Malik Ibrahim dapat meyesuaikan diri dengan masyarakat baik dalam menghadiri upacara-upacara perkawinan maupun acara-acara lainnya. Bahkan ia pun menjadi juru damai apabila menemui 

masyarakat yang berselisih. Berkat kesungguhan dan tanggung jawabnya menyebarkan Islam, ia dapat mendapat kepercayaan dari masyarakat, dan berkat taufik dan hidayah Allah Swt. satu demi satu mereka memeluk agama Islam. 

Dalam kesehariannya, Maulana Malik Ibrahim tidak menentang secara tajam agama dan kepercayaan yang dianut penduduk asli. Ia berusaha menyampaikan keindahan dan kebaikan yang dibawa Islam. 

Setelah merasa dakwahnya cukup berhasil di desa Sembalo, ia pindah ke Kota Gresik, dan tinggal di Desa Sawo. Selang beberapa lama, ia mulai menyiarkan Islam ke kalangan Istana Majapahit. Kemudian mendatangi Raja Majapahit dan menyampaikan kebenaran agama Islam, tapi sang Raja belum menerima ajakannya, namun memberikan penghargaan dengan memberikan sebidang tanah di pinggiran Kota Gresik yang kemudian dikenal dengan desa Gapura. Di tempat inilah Sunan Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren dan menyampaikan kebenaran Islam kepada masyarakat. 

Terdapat penjelasan dalam bahasa Arab pada inskripsi batu nisan makam Maulana Malik Ibrahim, bahwa Maulana Malik Ibrahim adalah seorang tokoh terhormat yang terhormat. Terjemahan inskripsi tersebut sebagai berikut:

- Guru kebanggaan para pangeran

- Penasehat Raja dan para menteri

- Yang santun dan dermawan kepada pakir miskin

- Yang berbahagia karena syahid 

Sunan Maulana Malik Ibrahim wafat pada hari Senin, 12 Rabiul Awal 822 H/ 8 April 1419. Tanggal wafatnya tertera pada prasasti makamnya di desa Gapura, Kota Gresik, Jawa Timur. 

C. Peran Maulana Malik Ibrahim dalam Mengembangkan Islam di Indonesia

Diantara peran penting Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam mengembangkan Islam di Indonesia, yaitu:

- Menyebarkan Islam melalui jalur perdagangan

- Mendakwahkan Islam kepada keluarga kerajaan Majapahit

- Membangun masjid dan pesantren sebagai pusat dakwah 

Islam

D. Sikap Positif Dalam Pribadi Maulana Malik Ibrahim 

Dalam perjuangannya menyebar dan mengembangkan dakwah Islam, Sunan Maulana Malik Ibrahim menyampaikan ajaran Islam melalui sikap positif yang dapat diteladani, diantaranya:

1. Melakukan dakwah secara bertahap atau tadriji. Dalam dakwahnya, Sunan Maulana Malik Ibrahim mengajarkan agama Islam secara bertahap, tidak ada ajaran agama yang diberlakukan secara mendadak, semuanya melalui proses penyesuaian. 

2. Gigih dan tangguh dalam berdakwah. Kegigihan dan ketangguhan dalam menyebarkan agama Islam terbukti dari perjalanan jauh, merantau dari tanah kelahirannya Kashan (sekarang masuk wilayah Iran) menuju tanah Jawa melalui jalur laut yang melelahkan.

3. Santun dan dermawan dalam berdakwah. Sikap ini ditunjukkan ketika berdagang dengan menggelar pasar murah, dan selalu berbagi kepada fakir miskin. Kekayaaannya diperuntukkan untuk berdakwah di jalan Allah Swt. 

4. Toleran dan selalu menjalin hubungan baik antar-sesama. Hubungan baik yang ditunjukkan pada masyarakat luas dan penguasa Majapahit menjadikannya sosok guru yang dibanggakan dan menghantarkannya diangkat menjadi penasehat raja dan menteri Kerajaan Majapahit pada masanya.


Sabtu, 05 Agustus 2023

AQIDAH AKHLAK KLS 4 "KALIMAT THAYIBAH"

 Ayo membaca ...

Maha Besar Engkau Ya Allah

   Allahu Akbar artinya Allah Maha Besar yang disebut juga bacaan takbir. Allah Swt adalah Zat Yang Maha besar. Penciptaan alam semesta dan seluruh isinya telah cukup menjadi bukti kebesaran Allah Swt. Mengagungkan kebesaran Allah Swt menjadi kewajiban setiap muslim. Mengingat kebesaran Allah Swt dapat menghindarkan manusia dari sifat sombong.

   Salah satu cara mengingat kebesaran Allah Swt adalah dengan membiasakan diri mengucapkan Allahu Akbar. Allah Swt sanggup menjadikan segala hal yang tidak mungkin menurut kita menjadi mungkin. Bagi Allah Swt, sangatlah mudah menjadikan hal tersebut. 

Allah Swt berfirman dalam Surah Yasin ayat 82:

اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ 

Artinya: “Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. QS. Yasin. (36:82)

   Adanya kejadian-kejadian yang menakjubkan seharusnya membuat kalian ingat akan kebesaran Allah Swt. Sesungguhnya semua hal yang terjadi di dunia ini dapat terwujud atas kehendak Allah Swt.

   Apabila kita mau berfikir tentunya banyak bukti yang menunjukkan bahwa Allah Swt itu Maha Besar. Misalnya, penciptaan alam semesta dengan seluruh isinya, penciptakan matahari dan bulan, keduanya berfungsi berjalan pada orbitnya masingmasing dan tidak pernah berbenturan. Allah Swt menciptakan langit dan bumi. Bumi diciptakan sebagai hamparan dan langit diciptakan di atas bumi tanpa memiliki tiang penyangga.

   Allahu Akbar juga sering diteriakkan oleh pahlawan yang berjuang menegakkan agama Allah Swt, misalnya para pahlawan yang melawan penjajah Belanda. Teriakan Allahu Akbar dapat membangkitkan semangat juang melawan kezaliman. Di penghujung puasa Ramadan, pada malam Hari Raya Idul Fitri seluruh umat Islam berama-sama mengagungkan kebesaran Allah Swt dengan gema takbir. Selain itu kalimat tayyibah Allahu Akbar juga diucapkan ketika mengumandangkan azan dan iqomah.


RANGKUMAN MATERI KALIMAT THAYIBAH
SUBHANALLAH, MASYAA ALLAH, ALLOHU AKBAR

  1. Kalimat Subhanallah disebut juga kalimat Tasbih, artinya Maha Suci Allah.
  2. Hikmah mengucapkan kalimat Subhanallah adalah mendapat pahala dari Allah, membuat kita semakin dekat dengan Allah, makin dicintai Allah karena ucapanS ubhanallah merupakan salah satu kalimat yang dicintaiNya, mempertebal keimanan kita kepada Allah, dan menjauhkan kita dari perbuatan syirik.
  3. Masya Allah artinya Allah telah berkehendak akan hal itu
  4. Kalimat Masya Allah diucapkan ketika melihat sesuatu atau kejadian yang indah maupun menakjubkan, Contohnya, ketika melihat bangunan yang indah dan megah, memasuki kebun yang cantik, teknologi yang canggih, prestasi yang membanggakan, fisik yang kuat, melihat bangunan yang indah dan megah, keindahan pemandangan alam, orang yang cantik atau tampan, serta mukjizatmukjizat, dan karomah..
  5. Allahu Akbar disebut juga bacaan takbir yang artinya Allah Maha Besar. Maksudnya tidak ada yang melebihi kebesaran Allah Swt. Sesuatu yang menurut pikiran manusia tidak mungkin terjadi, menjadi mungkin menurut Allah Swt.
  6. Waktu yang tepat membaca kalimat tayyibah Allahu Akbar adalah ketika azan, iqomah, sholat, zikir setelah selesai mengerjakan sholat lima waktu, pada malam takbiran, dan peristiwa yang luar biasa
  7. Hikmah membaca kalimat tayyibah Allahu Akbar adalah selalu mengingat kebesaran Allah dan terhindar dari sifat sombong


Ayo berdiskusi 

Setelah membaca teks tentang “Maha besar Engkau Ya Allah” diskusikan bersama kelompokmu! Setelah itu presentasikan di depan kelas!

  1. Kapan kita harus mengucapkan kalimat tayyibah Allahu Akbar?
  2. Apa hikmahnya mengucapkan kalimat tayyibah Allahu Akbar?
  3. Bagaimana caranya agar kamu selalu mengingat kebesaran Allah Swt?

Jumat, 04 Agustus 2023

MAULANA MALIK IBRAHIM (SUNAN GRESIK)

Sunan Gresik
penyebar agama Islam di Indonesia
Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/822 H) adalah Pemimpin Walisongo generasi pertama dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Ia dimakamkan di Desa Gapurosukolilo, Gresik.

SILSILAH:

Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib, binti Al-Imam Al-Husain bin Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Al-Imam Ja’far Shadiq bin Al-Imam Ali Al-Uraidhi bin Al-Imam Muhammad An-Naqib bin Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin As-Sayyid Ubaidillah bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Ali Khali’ Qasam bin As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin As-Sayyid Abdullah bin As-Sayyid Ahmad Jalaluddin bin As-Sayyid Husain Jamaluddin bin As-Sayyid Barakat Zainal Alam As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)

Maulana Malik Ibrahim merupakan Orang tua dari para wali, dari beliau Islam di Nusantara ini berawal khususnya di Jawa, dari dzurriyah beliau pula Tokoh-tokoh Agama di Nusantara dicetak dan menyebar seantero Nusantara. Kiyai Kiyai sepuh yang ada, pendiri dan pengelola Pondok Pesantren di Jawa sebagian besar adalah ada sambungan hubungan keluarga.

Riwayat Dakwah

Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk salah seorang yang pertama-tama menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, dan merupakan wali senior di antara para Walisongo lainnya.[2] Beberapa versi babad menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali ialah desa Sembalo, sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar, yaitu 9 kilometer ke arah utara kota Gresik. Ia lalu mulai menyiarkan agama Islam di tanah Jawa bagian timur, dengan mendirikan mesjid pertama di desa Pasucinan, Manyar.

Pertama-tama yang dilakukannya ialah mendekati masyarakat melalui pergaulan. Budi bahasa yang ramah-tamah senantiasa diperlihatkannya di dalam pergaulan sehari-hari. Ia tidak menentang secara tajam agama dan kepercayaan hidup dari penduduk asli, melainkan hanya memperlihatkan keindahan dan kebaikan yang dibawa oleh agama Islam. Berkat keramah-tamahannya, banyak masyarakat yang tertarik masuk ke dalam agama Islam.[3]

Setelah berhasil memikat hati masyarakat sekitar, aktivitas selanjutnya yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim ialah berdagang. Ia berdagang di tempat pelabuhan terbuka, yang sekarang dinamakan desa Roomo, Manyar.[4] Perdagangan membuatnya dapat berinteraksi dengan masyarakat banyak, selain itu raja dan para bangsawan dapat pula turut serta dalam kegiatan perdagangan tersebut sebagai pelaku jual-beli, pemilik kapal atau pemodal.[5]

Setelah cukup mapan di masyarakat, Maulana Malik Ibrahim kemudian melakukan kunjungan ke ibu kota Majapahit di Trowulan. Raja Majapahit meskipun tidak masuk Islam tetapi menerimanya dengan baik, bahkan memberikannya sebidang tanah di pinggiran kota Gresik. Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan nama desa Gapura. Cerita rakyat tersebut diduga mengandung unsur-unsur kebenaran; mengingat menurut Groeneveldt pada saat Maulana Malik Ibrahim hidup, di ibu kota Majapahit telah banyak orang asing termasuk dari Asia Barat.[6]

Demikianlah, dalam rangka mempersiapkan kader untuk melanjutkan perjuangan menegakkan ajaran-ajaran Islam, Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren-pesantren yang merupakan tempat mendidik pemuka agama Islam pada masa selanjutnya. Hingga saat ini makamnya masih diziarahi orang-orang yang menghargai usahanya menyebarkan agama Islam berabad-abad yang silam.

Kamis, 03 Agustus 2023

KETABAHAN NABI MUHAMMAD SAW. DAN PARA SAHABAT DALAM BERDAKWAH

 MATERI PEMBELAJARAN 1 SKI KELAS 4


KETABAHAN NABI MUHAMMAD SAW. DAN
PARA SAHABAT DALAM BERDAKWAH

Islam adalah agama yang benar dan sempurna diperuntukkan umat manusia agar dapat mengarungi kehidupan sebaik-baiknya.

Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menjadi suri teladan (uswah hasanah) bagi seluruh umat manusia.

Dalam berdakwah Rasulullah SAW selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Yang disampaikan bukan dari pikiran tetapi berasal dari Allah.

Dakwah Nabi Muhammas SAW ada dua macam yaitu:
  1. Dakwah secara sembunyi-sembunyi (selama tiga tahun) Diawal dakwahnya hanya terbatas kepada keluarganya dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi di rumah Arqam bin Abil Arqam. Mereka yang masuk Islam dalam masa dakwah secara sembunyi-sembunyi di sebut Assabiqunal Awwalun.
  2. Dakwah secara terang-terangan (Surah Al-Hijr ayat 94) dalam dakwah secara terang terangan nabi Muhammad Saw mengumpulkan dalam jamuan makan para kerabatnya dan orang-orang terpandang dari kaum Quraisy. Mereka diajak untuk menyembah Allah Swt., berbuat, baik terhadap sesama dan tidak boleh saling bermusuhan. Hanya sebagian kecil yang menerima ajakan Nabi Muhammad Saw. dan sebagian besar menolaknya. Termasuk paman Nabi yang bernama Abu Lahab secara keras menolak bahkan mengancam akan memusuhi Nabi Muhammad Saw. apabila meneruskan dakwahnya. Nabi Muhammad Saw. walaupun mendapat tantangan dan ancaman, beliau tetap tabah dan tidak putus asa.
Faktor-faktor yang mendorong kamu kafir Quraisy menentang dakwah Nabi Muhammad SAW :
  1. Persaingan berebut kekuasaan
  2. Hilangnya kasta
  3. Takut akan hari berbangkit
  4. Hilangnya perdagangan patung
  5. Larangan Taklid kepada nenek moyang 

Ketabahan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah :
  1. Ketabahan atas tentangan Abu Lahab.
  2. Ketabahan atas ancaman para penguasa Mekah.
  3. Ketabahan atas bujukan Walid bin Mugirah
  4. Ketabahan atas bujukan Utbah bin Rabi'ah
  5. Ketabahan atas siksaan kaum kafi Quraisy
  6. Ketabahan atas pemboikotan yang dilakukan oleh Bani Hasyim
  7. Ketabahan atas meninggalnya paman dan istri nabi Muhammad SAW
Ketabahan para sahabat Nabi Muhammad SAW:
  1. Khadijah binti Khuwailid , istri nabi walau menghadapi tantangan dan ancaman kaum kafir quraisy selalu menjalani dengan tabah mesikupun banyak olok-olok dan cacian. Banyak yang membujuk meminta nabi Muhammad menghentikan dakwahnya.
  2. Abu Bakar as Siddiq, anak Abi Quhafah orang terkemuka kaum Quraisy yang pertama memeluk Islam. Waktu hijrah menemani Nabi Muhammad SAW.
  3. Fatimah az-Zahra binti Muhammad, putri Nabi dari Khadijah. Saat Nabi Muhammad dilempari kotoran di punggungnya, Fatimah yang membersihkannya sambil menangis.
  4. Hafsah binti Umar, putri Umar bin Khatab. Di percaya untuk menyimpan salah satu mushaf Al-Qur'an.
  5. Ibnu Mas'ud berasal dari keluarga berkedudukan rendah. Saat memeluk ISlam tidak ada keluarga yang melindunginya. Ia orang pertama yang berani membaca Al-Qur'an kecara keras danterang-terangan akibatnya disiksa kaum kafir Quraisy.
  6. Keluarga Sumayah.
  7. Arqam bin Abil Arqam, sahabat yang kuat dan teguh pendiriannya. Menyediakan rumahnya sebagai pusat kegiatan dakwah Nabi Muhammad SAW.
  8. Bilal bin Rabah, sahabat kesayangan Nabi Muhammad SAW . Awalnya menjadi budak
Untuk media audio visual nya, silahkan ananda tap link di bawah ini 
👇


https://m.youtube.com/watch?v=Sq7Y8inhrEw