Jumat, 13 Oktober 2023

Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas 6 Pelajaran 4 Sunan Bonang

PETA KONSEP 

Pelajaran 4 Sunan Bonang mencakup tiga pembahasan, yaitu:

A. Biografi

Sunan Bonang, nama aslinya Mahdum Ibrahim, putra keempat Sunan Ampel dari pernikahannya dengan Nyi Ageng Manila, putri Arya Teja, Bupati Tuban. Tokoh ini diperkirakan lahir pada tahun 1465. Silsilah keluarganya bersambung dengan Rasullah Saw lewat ayahnya, Sunan Ampel, sampai ke Saydina Husein bin Ali dan Fatimah putri Nabi Muhammad Saw. 

Raden Mahdum Ibrahim belajar ilmu agama lansung kepada ayahnya, Sunan Ampel. Nyantri di Pesantren Sunan Ampel bersama Raden Paku, Raden Patah dan Raden Kusen . Ia juga mengeyam pendidikan agama di Aceh, berguru kepada Syaikh Maulana Ishak sewaktu singgah saat akan melakukan perjalanan haji ke tanah suci Makkah. Kecendrungan terhadap seni dan sastra membuatnya banyak belajar kesenian dan budaya Jawa, tentang kesusatraan Jawa, tembang-tembang jenis majapat yang populer masa itu kepada ibunya, seorang putri Bupati Tuban yang banyak memahami sastra Jawa. 

Mengawali dakwahnya, Raden Mahdum Ibrahim memasuki pedalaman Kediri, Jawa Timur, dengan mendirikan langgar ( mushalla) di tepi barat sungai Brantas, desa Singkal, Kabupaten Nganjuk. Gaya dakwah yang keras, seperti merusak arca yang dipuja penduduk menimbulkan konflik dan banyak tokoh yang memusuhi Sunan Bonang, terutama tokoh-tokoh ajaran Bhairawa-Tantra, Ki buto Lucoyadan Nyai Plencing. Dakwah Sunan Bonang belum mencapai keberhasilan, masyarakat Kediri masih belum menerima Islam hingga datang masanya Sunan Prapen tahun 1551 M. Kegagalan dakwah Sunan Bonang di kediri, mengantarkannya pindah ke Demak atas panggilan Raja Demak, Raden Patah, yang mengangkatnya sebagai imam Masjid Demak. 

Namun tidak lama kemudian ia melepaskan jabatan sebagai imam , kemudian pindah ke Lasem dan mendirikan sebuah zawiyah, tempat khusus untuk beribadah, dan digunakan juga oleh para pengamal tasawuf sebagai tempat khalwat. Kemudian Pada usia 30 tahun, Sunan Bonang dijadikan Wali Negara Tuban yang mengurusi berbagai hal yang menyangkut agama Islam.

B. Peran Sunan Bonang dalam Mengembangkan Islam di Indonesia.

Dalam melakukan dakwah Islam di daerah Jawa, Sunan Bonang punya peran penting dalam pengembangan syiar Islam, yaitu:

1. Mengembangkan dakwah Islam lewat seni dan budaya

Keahlian dan kemampuan Sunan Bonang memahami sastra jawa dan tampil sebagai dalang, turut berperan melakukan penyempurnaan dalam bertunjukan sbb:

a). meyempurnakan susunan gamelan

b). menambahkan lagu-lagu,

c). menambahkan ricikan, seperti ricikan kuda, gajah, harimau, garuda, kreta perang, dan rampongan)

d). menggubah tembang-tembang Jawa dan membuat berbagi jenis gending.

e). Penemu alat musik bonang

2. Memasukkan nilai-nilai keislaman pada tradisi masyarakat Jawa.

Masyarakat Jawa mengenal ritual pancamakara dalam ajaran tantrayana, yaitu sebuah upacara yang dilakukan dengan duduk mengelilingi makanan. Di tengah-tengah duduk seorang Cakreswara (imam) sebagai pemimpinya membacakan mantra-mantra.

Melihat tradisi yang dilakukan masyarakat saat itu, Sunan Bonang mengisi tradisi ini dengan upacara kenduri atau selamatan dengan doa-doa Islam. Sebutan Anyakrawati (pemimpin lingkaran cakra) diberikan kepada Sunan Bonang karena ikut meneruskan tradisi dan mengubah isinya bernilai ajaran Islam. 

3. Menyebarkan dakwah melalui karya Sastra Suluk Wujil

Sunan Bonang juga menulis tentang pengetahuan taswuf yang lebih mendalam yaitu karyanya berjudul Suluk Wujil, yang ditulis dalam sastra Jawa, berbentuk tembang. Karya ini masih tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. 

C. Sikap Positif dalam Pribadi Sunan Bonang

Dalam usaha menyebarkan dan mengembangkan dakwah Islam di Indonesia, Sunan Bonang patut menjadi teladan dalam sikap Positif yang ditunjukkan.

1. Penyebar Islam yang gigih dan ulet

2. Seniman kreatif dan inovatif dalam mengembangkan media dakwah

3. Toleran dalam dakwah


RANGKUMAN 

 Mahdum Ibrahim atau Sunan Bonang adalah putra keempat Sunan Ampel. Silsilah Keluarganya bersambung dengan Rasullah Saw. dari jalur Saidina Husen bin Ali dan Fatimah putri Rasulullah Saw.

 Belajar ilmu agama di Pesantren Sunan Ampel dan memperdalam ilmunya kepada pamannya Syekh Maulana Malik Ibrahim, di Aceh.

 Berperan mengembangkan Islam di Indonesia, melalui;

- Seni pertunjukan wayang, gamelan dan menciptakan alat musik bonang

- Islamisasi tradisi masyarakat dengan memberikan nilai-nilai keislaman, seperti ritual pancamakara menjadi kenduri atau slametan

- Karya sastra suluk wujil berisi tembang-tembang Jawa yang berisi pesan agama

 Sikap positif dalam pribadi Sunan Bonang tercermin dalam pribadi sbb:

-Sosok seniman kreatif dan inovatif dalam mengembangkan dakwah Islam melalui seni dan sastra

-Gigih dan ulet dalam menjalankan dakwah Islam

-Toleran dan bijaksana dalam mengembangkan islam di Indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar